1
Praktikum Instrumentasi dan Pengukuran
Posted by Muqarramah
on
02.00
LAPORAN KELOMPOK
PRAKTIKUM INSTRUMENTASI DAN PENGUKURAN
MULTIMETER
SEBAGAI OHM METER
OLEH:
NAMA
: MUQARRAMAH
NIM : 322 13 049
KELAS : 1B
KELOMPOK : 5 (LIMA)
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2013
BAB 1
MULTIMETER SEBAGAI OHM METER
TUJUAN PERCOBAAN
Setelah percobaan ini mahasiswa diharapkan
dapat :
1. Menggunakan pengukur multimeter untuk mengukur
resistansi/ hambatan sebagai Ohm meter.
2. Membandingkan nilai resistor yang terbaca pada
resistor dengan hasil pengukuran nilai menggunakan Ohm meter.
3. Menyelidiki bermcam-macam hubungan rangkaian.
DASAR
TEORI
Multimeter
adalah suatu prngukur yang dapat digunakan untuk mengukur resistansi (sabagai
Ohm meter), tegangan (sebagai Volt meter), dan arus (sebagai Ampere meter),
baik gelombang bolak balik (AC) atau searah (DC).
Tahanan
adalah salah satu parameter dasar dari suatu rangkaian listrik maupun rangkaian
elektronika. Dalam setiap pemakaian atau perencanaan rangkaian tahanan selalu
diikutsertakan untuk maksud teretentu.
Pengukuran
resistansi suatu resistor bisa diukur pada pembacaan skala meter. Perhatikan
untuk pengukuran perkalian x1KΩ ,x100Ω ,x10Ω, dan sebagainya. Pengukuran ini
disebut pengukuran secara langsung. Demikian juga, untuk pengukuran tegangan/
volt meter, posisi saklar multimeter diletakkan pada posisi volt dan perhatikan
skala volt ,meter serta baca jarum penunjukan harga tegangan yang didapat.
ALAT
DAN BAHAN
1. Multimeter Metrawatt/ Sanwa 1 buah
2. Resistor modul yang terdiri atas :
·
1
KΩ 2
buah
·
100
KΩ 1
buah
·
1
MΩ 1
buah
·
220
Ω 1
buah
·
470
Ω 1
buah
·
100
Ω 2
buah
·
47
Ω 1
buah
·
680
Ω 1
buah
·
10
KΩ 1
buah
·
1,5
KΩ 1
buah
·
3,3
KΩ 1
buah
3. Konektor 2
buah
4. Jumper 5
buah
LANGKAH PERCOBAAN
1. Mengukur nilai-nilai dengan menggunakan Ohm
meter yang mempunyai batas ukur x1Ω, x10Ω dan x1KΩ (gambar rangkaian 1.1).
2. Mengukur nilai resistansi total (gambar
rangkaian 1.2).
TABEL PERCOBAAN
Tabel 1.1
|
Yang Tertera
Pada Resistor
|
Hasil Pengukuran
|
||||
|
R(Ω)
|
Toleransi
|
Harga
( Ω )
|
Bux10
( Ω )
|
Bux100
( Ω )
|
Bux1k
( Ω )
|
|
Warna
Cinci
1.
Kuning,ungu,coklat, emas
2.
Biru,abu-abu,coklat,emas
3.
Merah,merah,coklat,emas
4.
Coklat,hitam,jingga,emas
5.
Coklat,hitam,coklat,emas
6.
Kuning,ungu,hitam,emas
7.
Coklat,hijau,merah,emas
8.
Coklat,hitam,merah,emas
9.
Coklat,hitam,coklat,emas
10.
Jingga,jingga,merah,emas
11.
Coklat,hitam,hijau,emas
|
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
5 %
|
470
680
220
10 K
100
47
1K5
1 K
100
3K3
1 M
|
460
690
220
10 K
95
46
1K5
1 K
98
3K5
∞
|
450
670
220
10 K
100
40
1K5
1 K
100
3K3
∞
|
400
600
200
10 K
100
40
1K4
1 K
100
3K2
1 M
|
Tabel 1.2
|
Hubungan
rangkaian
|
Resistansi
total
Berdasarkan
Perhitungan
Teori
|
Berdasarkan
pengukuran
|
|
Seri
Seri
Seri
Paralel
Seri-Paralel-Seri
Paralel-Paralel-Seri
|
2
K Ω
1K57
Ω
1,047
Ω
99
Ω
1466,1
Ω
240,75
Ω
|
1,96
K Ω
1,2
K Ω
0,85
K Ω
94
Ω
1K4
Ω
220
Ω
|
PERTANYAAN
1. Bandingkan hasil pengukuran gambar 1 pada
tabel 1 untuk harga yang tertera di resistor dari hasil pengukuran. Apa
pendapat anda?
2. Bandingkan ukuran pengukuran resistansi pada
gambar rangkaian 2.a sampai 2.f pada tabel 2, untuk perhitungan secara teori
dan hasil pengukuran. Apa pendapat anda?
3. Apa kesimpulan yang anda dapatkan dari
percobaan ini?
JAWABAN
1. Hasil pengukuran pada teori berbeda dengan
hasil pengukuran pada percobaan.
2. Hasil perhitungan secara teori mulai dari
gambar rangkaian 2.a sampai rangkaian 2.f berbeda dengan hasil pengukuran
percobaan.
Setelah
melakukan percobaan dan mengamati ukuran pada resistansi ternyata ada perbedaan
harga antara hasil pengukuran dan hasil secara teori yang tidak dalam batas
toleransi. Seperti contoh pada tabel 1.1 dengan warna cincin kuning, ungu,
coklat, emas dengan batas toleransi 5% harga 470 Ω yang memiliki batas antara
446,5 - 493,5 , pada BUx1k memiliki harga 400 Ω yang kurang dari batas
toleransinya. Hal ini terjadi pula pada warna cincin biru, abu-abu, coklat,
emas dan merah, merah, coklat, emas, pada BUx1k memiliki harga kurang dari
batas toleransinya. Ini dapat terjadi karena adanya kesulitan pembacaan angka
skalapada alat ukur multimeter analog pada BUx1k. Sedangkan data yang lain
sesuai dengan hasil pengukuran teori dan berada dalam batas toleransi.
3. Kesimpulan:
ü Besarnya
nilai resistansi suatu resistor tergantung urutan warna yang tertera pada
cincin resistor.
ü Perbedaan
hasil pengukuran suatu resistansi dengan pembacaan pada warna cincin disebabkan
oleh keadaan multimeter yang tidak stabil.
ü Resistor
yang dipasang seri akan memiliki daya resistansi yang kuat/tinggi dibandingkan
resistor yang dipasang secara paralel.
ü Dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan
multimeter (ohm meter) analog pada saat melakukan perubahan batas ukur, perlu
melakukan kalibrasi atau menghubung singkat untuk mengatur jarum multimeter
(ohm meter) analog pada posisi 0 (nol), agar pengukuran menjadi akurat.

