0
Bahaya Kebakaran dan Sistem Penanggulangannya
Posted by Muqarramah
on
22.48
Bahaya Kebakaran
Ada dua jenis bahaya yang ditibulkan sebagai akibat
dari terjadinya kebakaranyaitu kerugian material dan keselamatan jiwa manusia.
Beberapa aspek penyelamatan sebenarnya lebih diarahkan dan diprioritaskan pada
penyelamatan jiwa manusia terlebih dahulu, untuk kemudian meminimalkan kerugian
pada tahap berikutnya. Sehingga padaprinsipnya, konsep penanggulangan kebakaran
(fire safety) yang utama adalah penyelamatan jiwa manusia. Bahaya keselamatan
jiwa manusia pada peristiwa kebakaran dapat diklasifikasikan :
1.
Bahaya langsung
v Tersengat temperatur yang tinggi.
v Keracunan asap.
2.
bahaya tidak
langsung.
v Terluka.
v Terjatuh.
v Terserang sakit.
v mengalami shock/serangan psikologis.
Sistem Penanggulangan
Kebakaran
Sebagai suatu sistem, bangunan terdiri dari sub - sub
sistem yang membentuknya secara integral dalam satu kesatuan. Sub-sub sistem tersebut antara lain
arsitektur, struktur, mekanikal,
elektrikal, desain ruang dalam ( interior ), desain ruang luar (landscape ),
utilitas, dan sistem-sistem lain seperti manajemen /pengelolaan, maitenance / service,
sistem penanggulangan kebakaran /fire safety. Sistem-sistem ini haruslah
terintegrasi dengan baik dalam bangunan. Pada pelaksanaannya, tentunya penataan
atau perencanaannya harus dilibatkan secara kontinyu pada saat proseskonstruksi
secara keseluruhan. Proses konstruksi yang dimaksudkan di atas adalah dari mulai
tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian serta perbaikan dan perawatan. Beberapa
hal yang termasuk di dalam permasalahan site dalam kaitannya
denganpenanggulangan kebakaran ini antara lain :
v
Penataan blok-blok
masa hunian dan jarak antar bangunan.
v
Kemudahan pencapaian
ke lingkungan pemukiman maupun bangunan.
v
Tersedianya area
parkir ataupun open space dilingkungan kaewasan.
v
Menyediakan hidrant
eksterior di lingkungan kawasan.
v
menyediakan aliran
dan kapasitas suply air untuk pemadam.
Perencanaan Struktur dan Kontruksi Bangunan
Perencanaan struktur disini berkaitan dengan kemampuan
bangunan untuk tetapatau bertahan berdiri pada saat terjadi bencana kebakaran.
Sedangkan perencanaan kontruksi berkaitan dengan jenis material yang digunakan.
Material yang mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap api (terbakar),
akan lebih baik pula terhadap pencegahan penjalaran api, pengisolasian daerah
yang terbakar serta memberi waktu yang cukup untuk pengevaluasian penghuni.
Hal-hal
yang berkaitan denganperencanaan sistem ini antara lain :
1. Pemilihan material bangunan yang memperhatikan sifat
materia :
v Sifat penjalaran dan penyebaran.
v Combustibility (kemampuan terbakar material).
v Sifat penyalaan material bila terbakar.
v Sifat racun (akibat reaksi kimia yang
ditimbulkan / dihasilkan bilabahan tersebut terbakar).
2. Kemampuan / daya tahan bahan struktur (fire
resistance) dari komponen-komponen struktur. Komponen struktur seperti rangka
atap, lantai, kolam dan balok adalah tulang – tulang kekuatan pada bangunan.
Perencanaan yang optimal darihal yang dimaksudkan :
v Meminimalkan kerusakan pada banguna.
v mencegah penjalaran kebakaran.
v melindungi penghuni, minimal memberi waktu yang
cukupdievaluasi.
3. Penataan ruang, terutama berkaitan dengan areal yang
rawan bahaya dipilih material struktur yang lebih resisten.
Perencanaan daerah dan
jalur penyelamatan (evakuasi) pada bangunan
Perencanaan daerah evakuasi, biasanya diperuntukan untuk bangunan
pemukiman berlantai banyak dan merupakan bangunan yang lebih kompleks.
Beberapa
hal yang menjadi pertimbangan perencanaan sistem ini :
v Kalkulasi jumlah penghuni / pemakai bangunan.
v Tangga kebakaran dan jenisnya.
v Pintu kebakaran.
v Daerah perlindungan sementara.
v Jalur keluar bangunan.
v Peralatan dan perlengkapan evakuasi.
Manajemen sistem
penanggulangan kekakaran.
Gagasan dari manajemen sistem penanggulangan
kebakarann berkembang sekitar memelihara peralatan/perlengkapan penanggulangan
kebakaran sehingga dapat digunakan secara optimal pada saat diperlukan.
Manajemen penanggulangan kebakaran termasuk juga administrasi strategi untuk
memastikan keselamatan secara preventif, membatasi perkembangan api dan
menjamin keselamatan penghuni. Untuk mencapai fungsi ini, manajemen sistem ini
harus terlihat didalam semua aspek yang ada dalam bangunan termasuk daerah
terhadap bahaya.
Komunikasi
Kebakaran tidak dapat diatur walaupun dengan sistem
proteksi yang paling baik, sehingga sangat penting untuk mendeteksi terjadinya
segera untuk keberhasilan penanggulangaannya. Sistem informasi yang baik bisa
berguna untuk memicu tindakan awal penyelamatan. Komunikasi menjadi hal yang
penting buat penghuni bangunan, baik itu dari sistem alarm
maupun penghuni lain, sehingga informasi harus tersampaikan
danterdengar dengan jelas agar dapat memanfaatkan waktu untuk penyelamatan yang
perlu.
Pemeliharaan.
Perbaikan dan pemeliharaan terhadap
peralatan-peralatan darurat, seperti hidrant, bosereels, extinguisher, lampu
darurat dll, adalah sangat penting. Tipe, standar dan frekuensi pemeliharaan
harus terdokumentasikan pada program manajemen ini, dan staf yang berkepentingan
perlu mengetahuinya dan selalu menjalankannya dengan benar.
Pelatihan.
Pelatihan pegawai yang berkepentingan terhadap penanggulangan
kebakaran ini tidak boleh luput dari perhatian. Mereka harus menerima
instruksi bagaimana menghidupkan alarm tanda bahaya bila mereka menemukan
kebakaran, serta mereka yang memberi peringatan kebakaran kepada penghuni.
Begitu pula terhadap penggunaan peralatan pemadam api, yang harus mampu
dipraktekkan.
Beberapa
pelatihan yang dilaksanakan antara lain memberi pengetahuan tentang :
v
Pencegahan kebakaran
secara umum.
v
Tindakan yang
diambil pada waktu mendengarkan alarm dan menemukan api.
v
Metode yang benar
dalam memanggil pasukan pemadam.
v
Lokasi, kegunaan dan
penggunaan peralatan pemadam.
v
Rute penyelamatan,
titik pertemuan dan jalan keluar.
v
prosedur evakuasi
Ada
lima aspek yang harus dipertimbangkan di salam sistem manajemen ini, yaitu :
v
Tindakan preventif .
v
Prosedur.
v
Komunikasi.
v
Perawatan /
pemeliharaan.
v
Pelatihan
Kelima aspek-aspek
tersebut masing-masing harus selalu dievaluasi kelengkapan dan kegunaannya.
Tindakan Pencegahan
Aspek ini adalah yang paling langsung dan efektif
dalam mencegah datangnya kebakaran. Pencegahan dan pembatasan
perkembangan api, harus dimulai dari saat bangunan masih dalam
bentuk gambar. Arsitek mempunyai tanggung jawab moral untuk memasukkan
perencanaan penanggulangan kebakaran ini pada konsep bangunannya. Perlu juga
dibuat instruksi manual sederhana untuk staf yang kompeten serta
untuk melatih penghuni beradaptasi bila hal yang tidak diinginkan terjadi.
Staf yang kompeten, misalnya Satpam, atau pegawai kebersihan, atau teknisi dll,
perlu untuk diatur secara reguler mengawasi bangunan.
Prosedur
Memformulasikan
sistem prosedur adalah bertujuan untuk mensikronisasikan operasional bangunan.
Prosedur perbaikan dan perawatan / perlengkapan khususnya peralatan darurat kebakarann,
harus dikerjakan terdokumentasi dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh
staf-staf yang berkompeten. Semua pihak yang terlibat dalam hal ini
(penghuni,terutama pegawai) haruslah mengetahui apa yang harus dilakukan, siapa
yang harus dihubungi, bagaimana melakukannya, dan kapan itu perlu. Keuntuingan
dari pelaksanaan yang sesuai prosedur, adalah bisa menghindari keterlambatan
penyelamatan bila keadaan darurat.

